Statement Analysis for Business : Konsumen Tidak Suka Ditunda

Suatu ketika saya sedang sarapan di hotel,  waktu itu ada workshop. Saat itu banyak hidangan yang hampir habis, karena saya masuk ke restorannya lebih dari jam 8 pagi. Bersamaan dengan beberapa tamu lainnya, saya mengambil hidangan sarapan. Salah satu tamu melapor ke petugas hotel kalau salah satu hidangannya habis. “Sebentar ya pak, ” jawab petugas tersebut. Setelah petugas pergi, tamu itu menggerutu, “kenapa nggak dari tadi, kenapa harus nunggu diberitahu.”

Apa yang dikatakan oleh petugas tersebut tidak salah dan wajar, tetapi saat itu, kata-kata tunggu sebentar, menjadi kata-kata yang membuat tamu hotel ini sensitif {mungkin keburu lapar kali), sehingga menjadi masalah. Saat itu kata tunggu sebentar ini adalah kata-kata yang mengandung makna bahwa konsumen harus bersedia ditunda. Padahal faktanya konsumen tidak suka ditunda.

Lantas, bagaimana petugas menyampaikan penundaannya tanpa harus menyinggung tamu?

                                              “Baik Bapak, segera saya isikan hidangannya.”
                                                                    bandingkan dengan
                                                                     “Sebentar ya Pak”

Kalimat di atas sama-sama meminta waktu untuk menyiapkan hidangannya, tetapi pada kalimat yang pertama, petugas tidak menyampaikan penundaannya. Persoalan di dalam dapur ternyata lama dalam menghidangkan, minimal tamu hotel ini sudah diberikan harapan yang lebih baik daripada ditunda harapannya.