Statement Analysis for Business 2 : Konsumen Tidak Suka Dibantah

KONSUMEN TIDAK SUKA DIBANTAH.

Banyak orang yang secara tidak sadar memberikan pernyataan yang membantah konsumen. Kata-kata yang paling sering dipakai adalah kata “Tapi/namun”.

P (penumpang) : Loh, busnya mana? kok sudah tidak ada?
CS (Customer Service) : Sudah berangkat 5 menit yang lalu.
P   : Loh bukannya ini masih kurang 5 menit?
CS : Maaf pak, tapi di sini jamnya sudah tepat pak.
P   : Terus bagaimana nih, saya ikut yang bus berikutnya ya.
CS : Bisa, tapi yang jam 12 adanya.
P   : Wah, saya bisa telat meetingnya, coba dicek lagi barangkali ada penumpang yang mengundurkan diri.
CS : Bisa pak dicek, namun sampai dengan jam segini, belum ada yang membatalkan diri.

Bandingkan dengan yang ini :

P (penumpang) : Loh, busnya mana? kok sudah tidak ada?
CS (Customer Service) : Sudah berangkat 5 menit yang lalu.
P   : Loh bukannya ini masih kurang 5 menit?
CS : Maaf pak, tapi di sini jamnya sudah tepat pak.
P   : Terus bagaimana nih, saya ikut yang bus berikutnya ya.
CS : Bisa, tapi yang jam 12 adanya.
P   : Wah, saya bisa telat meetingnya, coba dicek lagi barangkali ada penumpang yang mengundurkan diri.
CS : Bisa pak dicek, namun kalau sampai dengan jam segini, belum ada yang membatalkan diri.

Kata “tapi /namun” di dalam ilustrasi di atas dapat dihapus tanpa mengurangi makna sedikitpun. Meskipun Anda benar, penggunaan kata “tapi/namun” digunakan dengan maksud untuk mengkoreksi/membantah pernyataan lawan bicara.