Statement Analysis for Business 3 ; Jangan GAPBAH

Ilustrasi barberman, Source : https://www.theloophk.com/hong-kong-city-guide-top-barber-shops-grooming-salons-for-men/

Siang hari Nadine mengantar Lenna, dia seorang sales melakukan kunjungan ke relasi barunya, pak Gun.  Sampai di kantornya, ternyata Pak Gun sedang potong rambut dgn mengundang barberman ke kantor.
“Sering mengundang potong rambut di kantor pak Gun?” komen Lenna. “Ah, nggak, baru kali ini, coba2 aja. Semoga cocok.” jawab pak Gun.
Selesai potong rambut, Pak Gun bertanya, “gimana nih rambut saya?” Lumayan sih, pak, “jawab Lenna
“Oh, begitu ya. Hari ini ada urusan apa kemari?” tanya Pak Gun. “Ini pak, mengantar proposal yang kemaren mau kita diskusikan.” Dengan cepat pak Gun menjawab, “Soal proposal itu, saya pending dulu ya, lagi banyak urusan.” Loh, kok gitu pak? Kan kemaren sudah sepakat untuk membahas proposal?” tanya Lenna.
“Saya sibuk hari ini, terima kasih.” jawab Pak Gun.
Sampai di luar kantor….
“Nadine, ngapain ya pak Gun tiba-tiba membatalkan janjinya.” “Kamu sih, kalau niat memuji, yang baik dong.” jawab Nadine. “Maksudnya gimana nih?” Lenna penasaran.
Kamu tuh tadi ditanya pak Gun, rambutnya bagaimana. Kamu jawab lumayan sih. Itu artinya kamu ragu-ragu banget, udah pake lumayan masih pake sih lagi. Lumayan itu nggak jelas nilainya bagi sebuah penilaian, dan kata sih itu artinya keraguan. Udah ragu-ragu, nggak jelas lagi, komplet dah.
“Tumben, kamu tahu hal beginian?” tanya Lenna. Minggu lalu aku ketemu pak Gun di workshop Statement Analysis. Makanya aku kenalin dirimu dengan Pak Gun. Besok kalau ada workshop lagi buruan ikut. biar nggak gapbah. Gagap Bahasa.