Otakmu sering Menipumu

Seorang suami melapor ke Polisi bahwa isterinya hilang setelah dia pulang ke rumahnya. Dia mengatakan bahwa dia berbincang dengan isterinya sebelum berangkat kerja

“Saya ngobrol bareng dengan dia pagi tadi sebelum saya berangkat kerja, kebanyakan soal liburan tahun baru. Saya harus berangkat kerja jam 07.30, jadi saya selesai ngobrol dan langsung berangkat.

Otak Anda akan melompat mengambil kesimpulan, bahwa Si suami ini mengobrol dan cepat-cepat berangkat kerja jam 07.30. Padahal……

Mari kita cermati.

  1. Sang suami menggunakan kata “Dia”. Otak kita menerjemahkan bahwa “dia” itu Si Isteri. Padahal belum tentu.
  2. Kalimat “kebanyakan soal liburan tahun baru.” Otak kita menerjemahkan bahwa, mereka berbicara tentang liburan akhir tahun, padahal kata “kebanyakan” mengindikasikan ada hal-hal lain yang tidak disampaikan.
  3. Karena kita mengira bahwa Si Suami sedang mengobrol dengan isterinya, maka otak kita melompat mengambil kesimpulan bahwa “mereka” sedang merencanakan liburan.
  4. Si Suami tidak benar-benar berangkat jam 07.30. Dia hanya mengatakan “harus” berangkat jam 07.30. Lagi-lagi otak kita melompat ke kesimpulan.

Otak kita memiliki kecencerungan ingin cepat selesai, ingin segera mengambil kesimpulan. Kita harus berlatih untuk mengendalikan otak kita mampu mencermati kata demi kata. Susah? Tentu saja tidak, hanya belum terbiasa. Dengan kita mempelajari Statement Analysis membantu kita untuk berlatih kecermatan dengan kata-kata.

What you see, what you hear, nothing is what it seems.
(Apa yang Anda lihat dan anda dengar, tidak seperti yang tampak)