Public Speaking

Saat ini masih banyak orang yang berpendapat bahwa berbicara di depan publik (public speaking) merupakan bakat sejak lahir. Sangat salah dan jelas salah! Dari pengalaman saya sejak sekolah, saya selalu menghindari berbicara di depan publik. Mata pelajaran atau mata kuliah yang yang paling dihindari adalah segala hal tentang seminar, karena harus berbicara di depan kelas. Vonis tidak bakat berbicara sudah saya terima pada saat itu. Tetapi akhirnya saya bisa membuktikan bahwa keahlian berbicara di depan publik bisa dipelajari dengan mudah.

Hasil survey yang dilakukan oleh The People’s Almanac Book terhadap 3.000 warga Amerika tentang hal apa yang paling ditakuti oleh mereka, adalah sebagai berikut :

No Hal yang ditakuti Jumlah (jiwa) Persentase (%)
1 Berbicara di depan publik 630 21
2 Ketinggian 510 17
3 Serangga dan hama 360 12
4 Masalah Keuangan 360 12
5 Air yang dalam 360 12
6 Penyakit 270 9
7 Kematian 270 9
8 Terbang 240 8
Total 3.000 100

Sumber : Public Speaking Mastery, Ongky Hojanto 

Dari tabel di atas membuktikan bahwa ketakutan berbicara di depan publik bukan milik orang Indonesia saja, tapi bersifat universal. Orang-orang dari negara lain pun juga banyak yang masih takut berbicara di depan publik.

Menurut Survei National Association of Colleges and Employers, USA tahun 2002 (survei pada 457 pimpinan), “yang dianggap penting di dalam dunia kerja adalah softskill, antara lain : kemampuan komunikasi.”

Menurut Employment Research Institute tahun 2005, “Hardskill banyak berkontribusi terhadap keberhasilan seseorang dalam kehidupan sebesar 18% saja, sedangkan 82% disumbangkan oleh kemampuan lain yang disebut softskill, antara lain: kemampuan komunikasi lisan.”

Jadi apapun profesi Anda, membutuhkan keahlian komunikasi.